Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban bersama program INOVASI Jawa Timur terus memperkuat kualitas pembelajaran dasar melalui pelatihan bagi guru sekolah dasar. Kegiatan refleksi dan pelatihan Unit IN ke-3 digelar di Aula Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Montong, Senin (25/5/2026), dengan fokus pada penguatan strategi bertanya, teknik probing, dan pemberian umpan balik dalam proses belajar mengajar.
Puluhan guru SD di Kecamatan Montong mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari rangkaian program pembelajaran mendalam (deep learning) yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Dalam kegiatan itu, para guru tidak hanya melakukan evaluasi terhadap praktik pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah masing-masing, tetapi juga memperdalam metode pengajaran guna membangun kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini.
Koordinator Pengawas SD Kabupaten Tuban, Rindatuti, menjelaskan bahwa Unit IN ke-3 menitikberatkan pada penerapan teknik probing, yakni metode menggali dan mengembangkan pertanyaan berdasarkan jawaban siswa.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk menciptakan proses belajar yang lebih reflektif dan mendalam.
“Harapannya, siswa terbiasa memberikan jawaban yang lebih mendalam sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritis. Guru juga dilatih untuk membiasakan siswa menyusun pertanyaan yang memungkinkan munculnya beragam jawaban,” ujar Rindatuti.
Ia menambahkan, keberhasilan metode pembelajaran tersebut sangat bergantung pada konsistensi guru dalam menerapkannya di ruang kelas. Guru didorong menciptakan suasana belajar yang memberi ruang bagi siswa untuk berpendapat, bertanya, dan mengembangkan pola pikir secara mandiri.
Rindatuti juga menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan. Setelah kegiatan berlangsung, para guru akan menjalani tahap On the Job Learning (OJL) ketiga di sekolah masing-masing sebagai bagian dari proses pendampingan dan evaluasi implementasi pembelajaran.
“Kami ingin mengetahui progres sebelum dan sesudah materi ini diterapkan. Karena itu, program ini akan terus berkelanjutan sebagai bagian evaluasi implementasi pembelajaran,” katanya.
Sementara itu, Education Coordinator INOVASI Jawa Timur, Anhar Putra Iswanto, menilai peningkatan kualitas pendidikan memerlukan proses bertahap dan berkelanjutan.
Menurutnya, konsep pembelajaran mendalam menuntut perubahan pola pikir pendidik agar lebih adaptif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.
“Pembelajaran mendalam tidak akan terjadi tanpa perubahan cara berpikir kita sebagai pendidik. Guru juga perlu terus belajar bagaimana membantu murid belajar sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Anhar.
Ia menambahkan, kemampuan guru dalam menyusun pertanyaan dan memberikan umpan balik menjadi elemen penting dalam menciptakan ruang belajar yang partisipatif dan mendorong siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Melalui pelatihan berkelanjutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban bersama INOVASI Jawa Timur berharap transformasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar dapat berjalan lebih progresif. Penguatan kapasitas guru dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan siswa dengan pola pikir kritis, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Penulis : SUPRIYANTO