Breaking News
SastraBuana.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Proyek TPT di Sugihwaras Disorot, Pekerjaan Diduga Dilakukan dalam Kondisi Tergenang Air

Bojonegoro – Pelaksanaan proyek pembangunan TPT Jalan Bulu–Drenges Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan publik.

 Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Kabupaten Bojonegoro tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis konstruksi.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (24/5/2026), terlihat pemasangan rangka besi untuk pekerjaan TPT (Tembok Penahan Tanah) dilakukan dalam kondisi dasar galian masih dipenuhi genangan air. Selain itu, material bekas galian juga tampak ditumpuk di bahu jalan hingga mempersempit akses pengguna jalan di sekitar proyek.

Dari data paket pekerjaan yang beredar, proyek bernama “Pembangunan TPT Jalan Bulu–Drenges Kecamatan Sugihwaras” tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp395.157.600 dengan nilai hasil negosiasi Rp392.577.589,25. Pekerjaan itu diketahui dikerjakan oleh CV Indria Karya.

Kondisi pekerjaan di lapangan memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelaksanaan proyek. Sebab, dalam pekerjaan konstruksi TPT, kondisi dasar pondasi idealnya harus stabil dan tidak tergenang air guna menjaga kualitas struktur serta kekuatan bangunan dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, tumpukan tanah hasil galian yang ditempatkan di bahu jalan juga dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan dan aktivitas masyarakat sekitar. Apalagi proyek berada di jalur lingkungan warga yang masih aktif dilalui kendaraan maupun masyarakat setempat.

Media sastrabuana.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Jalan DPUBMPR Kabupaten Bojonegoro, Iwan Maulana, ST., M.M. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban atas pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp.

Masyarakat berharap pihak dinas terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar pelaksanaan proyek TPT tersebut benar-benar sesuai spesifikasi teknis, sehingga hasil pembangunan berkualitas dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Penulis : SUPRIYANTO 
Lebih baru Lebih lama