Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pendidikan terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadho, menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi urusan lembaga pendidikan formal semata.
“Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ini adalah PR bersama. Pendidikan tidak hanya milik SMA, SMP, SD maupun TK, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Terima kasih atas masukan dan inovasi yang diberikan demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” ujar Anwar.
Ia menyampaikan, berbagai masukan dan inovasi dari masyarakat, akademisi, maupun pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.
Selain itu, Anwar juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga kini masih memerlukan perhatian serius dan penanganan bersama.
Berdasarkan data terakhir Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, tercatat sekitar 5.610 anak masuk kategori ATS.
“Kalau sesuai hasil terakhir kami, masih ada sekitar 5.610 ATS. Ini perlu kerja sama semua pihak agar ke depan ATS di Bojonegoro segera dapat dituntaskan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Selain fokus pada penanganan ATS, pemerintah daerah juga terus mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : Minarsih