BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman, menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan dan pelayanan publik dengan menghadiri acara Muwaadah (pelepasan) siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Khozinatul Ulum di Graha Nusantara, Selasa (2/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Arief Rohman hadir tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai orang tua murid yang memberikan dukungan kepada putrinya yang mengikuti prosesi kelulusan.
Di tengah rangkaian acara, Bupati Arief tetap menjalankan tugas pemerintahan dengan mengikuti presentasi daring Penilaian Kompetensi Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA Jawa Tengah) 2026. Selama kurang lebih enam jam berada di lingkungan MI Khozinatul Ulum, ia membagi waktu antara agenda kedinasan dan pendampingan terhadap putrinya.
Dalam sambutannya, Arief Rohman menyampaikan permohonan maaf kepada para hadirin karena harus membagi konsentrasi antara kegiatan muwaadah dan presentasi daring yang sedang berlangsung.
"Saya tetap ingin hadir di sini karena selain sebagai Bupati, saya juga sebagai orang tua yang ingin memberikan semangat kepada anak saya dan seluruh siswa yang hari ini mengikuti muwaadah," ujarnya.
Acara tersebut diikuti oleh 103 siswa kelas VI dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum KH Muharror Ali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora Roziqun, Bunda Literasi Kabupaten Blora Ainia Shalichah, jajaran guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta para orang tua dan wali murid.
Pada kesempatan itu, Bupati Arief menilai kualitas lulusan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Menurutnya, MI Khozinatul Ulum telah menunjukkan kualitas melalui berbagai capaian alumninya.
Ia juga mengapresiasi keunggulan para lulusan, termasuk kemampuan hafalan Al-Qur'an yang dinilai dapat menjadi bekal dalam membentuk karakter generasi muda.
Selain itu, Arief mengajak para siswa untuk bangga menempuh pendidikan di madrasah. Menurutnya, madrasah memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing.
Dalam pemaparannya, Bupati juga menyampaikan bahwa lulusan MI Khozinatul Ulum memiliki berbagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan, baik ke MTs Khozinatul Ulum, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan lainnya. Ia menyebutkan bahwa rencana pendirian SMP Khozinatul Ulum saat ini masih dalam proses perizinan.
Sebagai orang tua murid, Arief turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang telah mendampingi proses pendidikan putrinya selama enam tahun.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah mendidik anak perempuan saya selama enam tahun dengan sangat baik," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Roziqun, mengingatkan para siswa untuk bangga menjadi lulusan madrasah. Ia mencontohkan sejumlah tokoh yang menempuh pendidikan di madrasah dan mampu berkiprah di berbagai bidang, termasuk Bupati Blora Arief Rohman.
Kehadiran Bupati Arief Rohman dalam acara tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam mendukung pendidikan anak. Momentum muwaadah ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi memerlukan dukungan bersama untuk membentuk generasi yang berkualitas dan berakhlak.
Penulis : Supriyanto