Breaking News
SastraBuana.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan, Proyek TPT di Luwihaji Ngraho Minim Rambu Peringatan



BOJONEGORO – Pelaksanaan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian setelah kondisi pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan dinilai belum memberikan perlindungan yang memadai bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Berdasarkan dokumentasi visual yang diambil pada 10 September 2026, terlihat pekerjaan konstruksi berada di sisi ruas jalan. Di lokasi terdapat galian terbuka, material tanah dan batu, serta sejumlah besi tulangan yang masih terlihat terbuka dan memanjang di area pekerjaan.

Rambu Keselamatan Tidak Terlihat Memadai
Hal yang menjadi sorotan utama adalah tidak terlihat rambu keselamatan proyek yang layak dan informatif dalam dokumentasi tersebut.

Di sekitar lokasi memang tampak pita pembatas berwarna kuning-hitam yang dipasang pada beberapa tiang. Namun, pembatas tersebut terlihat sederhana dan belum tampak dilengkapi rambu peringatan yang jelas untuk mengingatkan pengguna jalan mengenai adanya pekerjaan, galian, maupun potensi bahaya di sekitar lokasi.

Rambu seperti peringatan adanya pekerjaan konstruksi, bahaya galian, imbauan memperlambat kendaraan, maupun petunjuk keselamatan lainnya penting diperhatikan apabila kondisi lapangan memang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Terlebih, lokasi pekerjaan berada di sisi jalan yang digunakan masyarakat dan berdekatan dengan permukiman.
Kondisi Lapangan Perlu Dievaluasi
Selain persoalan pengamanan, beberapa kondisi visual dalam dokumentasi juga layak menjadi bahan evaluasi pihak pelaksana dan pengawas pekerjaan.

Di antaranya adalah keberadaan galian terbuka, besi tulangan yang belum terlindungi, serta material hasil pekerjaan yang berada di sekitar area konstruksi.

Namun demikian, dari foto saja tidak dapat disimpulkan bahwa konstruksi TPT tersebut mengalami kesalahan teknis atau tidak memenuhi spesifikasi. Untuk memastikan hal tersebut diperlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga teknis maupun pengawas proyek.

Pihak terkait juga perlu memastikan apakah metode pelaksanaan pekerjaan, dimensi konstruksi, pemasangan tulangan, pondasi, kualitas material, hingga sistem pengamanan lokasi telah sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.

Publik Berharap Pengamanan Segera Diperbaiki
Masyarakat berharap pihak pelaksana tidak hanya memperhatikan hasil akhir pembangunan, tetapi juga memastikan keselamatan pekerja dan masyarakat selama proyek berlangsung.

Pemasangan rambu yang mudah terlihat, pembatas yang kokoh, serta pengamanan terhadap galian menjadi hal yang penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Selain aspek keselamatan, keterbukaan informasi proyek juga menjadi perhatian publik. Masyarakat diharapkan dapat mengetahui nama kegiatan, nilai pekerjaan, sumber anggaran, pelaksana, pengawas, waktu pelaksanaan, dan target penyelesaian apabila proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah.

Sejumlah pertanyaan publik pun patut disampaikan kepada pihak terkait: Apakah pengamanan lokasi pekerjaan sudah sesuai ketentuan? Mengapa rambu keselamatan yang layak belum terlihat? Apakah pita pembatas yang terpasang sudah dianggap cukup untuk mencegah masyarakat mendekati area berbahaya? Dan siapa pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan keselamatan di lokasi tersebut?

Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait
Pemberitaan ini dibuat berdasarkan pengamatan visual terhadap kondisi yang terlihat dalam dokumentasi lapangan. Tidak dimaksudkan untuk menuduh pihak tertentu melakukan pelanggaran atau menyimpulkan adanya kesalahan konstruksi sebelum dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi.

Media Sastra Buana membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pelaksana proyek, pengawas, maupun instansi terkait agar informasi mengenai pekerjaan TPT tersebut dapat disampaikan secara akurat, transparan, berimbang, dan sesuai prinsip jurnalistik.

Keselamatan masyarakat semestinya menjadi perhatian sejak pekerjaan dimulai, bukan setelah terjadi kecelakaan.

Penulis : Supriyanto 
Lebih baru Lebih lama