Breaking News
SastraBuana.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Pesona Geosite Atas Angin Bojonegoro, Menyimpan Jejak Geologi Zona Kendeng dan Panorama Alam yang Memukau



BOJONEGORO – Geosite Negeri Atas Angin yang berada di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam sekaligus lokasi penting untuk kajian ilmiah geologi. Berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menyajikan panorama alam yang memukau sekaligus menyimpan rekaman sejarah pembentukan bumi yang berlangsung sejak jutaan tahun silam.

Selain dikenal sebagai titik panorama tertinggi di wilayah selatan Bojonegoro, Geosite Atas Angin juga menjadi lokasi strategis untuk mempelajari geomorfologi dan tektonik Zona Kendeng. Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati bentang alam yang mencakup Gunung Pandan di bagian selatan serta Bukit Lawang di sisi timur.

Pada akhir Juli 2026, tim akademisi dari UPN Veteran Yogyakarta bersama rombongan redaksi melakukan kunjungan lapangan ke kawasan tersebut untuk mempelajari lapisan batuan, struktur geologi, serta potensi geowisata yang dimiliki Atas Angin.

Berdasarkan kajian akademis, kawasan ini terbentuk dari endapan material vulkaniklastik purba yang mengendap di dasar laut dan kemudian membentuk Formasi Kalibeng. Seiring dinamika tektonik selama jutaan tahun, lapisan batuan tersebut terangkat dan mengalami pelipatan hingga membentuk bentang alam struktural berupa punggungan sinklin yang kini dapat diamati secara langsung.

Keunikan geologi tersebut turut memengaruhi sistem hidrogeologi kawasan. Batugamping Formasi Klitik yang berada di bagian atas bukit mengalami proses karstifikasi sehingga membentuk rongga dan rekahan yang berfungsi sebagai akuifer alami penyimpan air hujan. Air tanah kemudian keluar melalui sejumlah mata air di lereng perbukitan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Deling dan wilayah sekitarnya.

Tim Pendamping Teknis UNESCO Global Geopark, C. Prasetyadi, menjelaskan bahwa Negeri Atas Angin merupakan titik tertinggi di kawasan tersebut.

"The highest point the lands stood. 'Negeri' mean land or country, 'Atas' mean the top and 'Angin' means wind," jelas C. Prasetyadi saat memberikan penjelasan mengenai karakteristik geologi kawasan Atas Angin.

Dari puncak Atas Angin, pengunjung juga dapat mengamati dua fitur geologi penting, yakni Intrusi Pandan dan Bukit Lawang. Intrusi Pandan merupakan sisa aktivitas gunung api purba yang kini tersingkap akibat proses erosi dan menjadi bukti ilmiah mengenai pergeseran jalur magmatik Pulau Jawa ke arah utara (back-arc).

Sementara itu, Bukit Lawang memiliki karakteristik unik berupa celah di bagian tengah yang membentuk dua tebing sejajar menyerupai gerbang. Dalam bahasa Jawa, "lawang" berarti pintu atau gerbang. Secara geologi, bentuk tersebut merupakan hasil proses erosi yang mengikuti bidang sesar sehingga menghasilkan dua dinding batuan vertikal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peneliti maupun wisatawan.

Keindahan panorama, nilai ilmiah, serta kekayaan warisan geologi yang dimiliki Geosite Negeri Atas Angin menjadikannya salah satu aset penting Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung pengembangan geowisata, pendidikan kebumian, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari kawasan Aspiring UNESCO Global Geopark.


Penulis : Supriyanto 

Lebih baru Lebih lama