Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) melaksanakan normalisasi Kali Jambe dan saluran afvoer di Kecamatan Purwosari sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air guna mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Kecamatan Purwosari merupakan salah satu sentra produksi pertanian di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro dengan total produksi sekitar 14.185 ton. Namun, saat musim kemarau, ketersediaan air menjadi tantangan utama karena minimnya curah hujan.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Pertanian yang dikutip Pemkab Bojonegoro, wilayah Kecamatan Purwosari tidak memiliki cekungan air tanah (CAT). Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air pertanian bergantung pada aliran Kali Gandong dan air hujan.
Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimentasi di dasar Kali Jambe dan saluran afvoer yang merupakan bagian dari sistem aliran anak Sungai Kali Gandong. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tampung sungai serta memperlancar aliran air saat musim hujan, sehingga distribusi air irigasi menuju lahan pertanian menjadi lebih optimal.
Beberapa desa yang diproyeksikan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut antara lain Desa Donan, Kuniran, Tinumpuk, dan Kaliombo, yang selama ini kerap menghadapi risiko kekeringan pada musim kemarau.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA atas pelaksanaan normalisasi di wilayahnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA yang telah melaksanakan normalisasi afvoer, Kali Gandong, dan Kali Jambe di Kecamatan Purwosari," ujarnya.
Menurut Ike, pengerukan sedimen akan meningkatkan kapasitas tampung sungai dan memperlancar aliran air ketika musim hujan tiba. Dengan demikian, pasokan air menuju lahan pertanian diharapkan semakin lancar sehingga dapat mengurangi risiko kekeringan.
Ia berharap normalisasi tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian di Kecamatan Purwosari. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian diharapkan tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penulis: Supriyanto