Bojonegoro – Pemerintah Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026 selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Sugihwaras.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Program tersebut diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan masyarakat, memperkuat koordinasi, serta meminimalkan risiko saat terjadi bencana.
Acara dibuka dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang kebencanaan, di antaranya Aries Dzukifli, SH., MH dari BPBD Kabupaten Bojonegoro, Soeprapto dari Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta Catur Sudarmanto dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur yang menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Kepala Desa Sugihwaras, H. Apriyanto, S.Sos, menyampaikan bahwa pembentukan DESTANA merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dengan adanya DESTANA, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk melakukan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal apabila terjadi bencana," ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi mengenai pengurangan risiko bencana, penyusunan rencana kontinjensi desa, pembentukan relawan, serta simulasi penanganan bencana yang melibatkan unsur pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Sugihwaras berharap terbentuk sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang tangguh, sehingga mampu menciptakan desa yang lebih siap, aman, dan mandiri dalam menghadapi ancaman bencana.
Penulis : Redaksi