BLORA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
Program tersebut diikuti oleh unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta para ibu yang memiliki balita. Hadir dalam kegiatan itu istri Kepala Desa Sumberejo, bidan desa, ketua kader lingkungan pemukiman (LP), kader kesehatan, dan sejumlah ibu balita.
Kegiatan diprakarsai oleh mahasiswi Program Studi Gizi UNNES, yakni Dinda, Rani, dan Febiola. Mereka memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.
"Dua agenda utama yang kami laksanakan adalah edukasi stunting bagi kelompok sasaran serta demonstrasi penyusunan menu sehat untuk balita berbasis pangan lokal," ujar Febiola dalam keterangannya.
Selain penyuluhan, mahasiswa juga menggelar demonstrasi pembuatan menu bergizi yang dirancang menarik agar dapat meningkatkan minat makan anak. Menu tersebut terdiri atas nasi putih, bola-bola daging ayam sebagai sumber protein, green lollipop berbahan kacang panjang sebagai sumber sayuran, serta potongan semangka sebagai pelengkap buah.
Berdasarkan perhitungan tim mahasiswa Program Studi Gizi UNNES, satu porsi menu tersebut mengandung sekitar 359,8 kilokalori energi, 15,8 gram protein, 14,2 gram lemak, dan 41,3 gram karbohidrat. Kandungan gizi tersebut diperkirakan mampu memenuhi sekitar 26 persen kebutuhan energi harian balita sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Melalui kegiatan DASHAT, mahasiswa berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menyusun menu bergizi yang mudah diterapkan di rumah. Edukasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan anak.
Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan praktik penyusunan menu bergizi.
Penulis : Supriyanto