Breaking News
SastraBuana.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

DKPP Bojonegoro Pastikan Ketersediaan Pupuk Tembakau, Distribusi Diawasi Langsung di Kelompok Tani


Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus berupaya mendukung peningkatan produksi tembakau pada musim tanam 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memantau langsung penyaluran pupuk NPK non-subsidi di sejumlah kelompok tani guna memastikan distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan petani.

Monitoring dilakukan di Kecamatan Sugihwaras dan Kecamatan Kepohbaru. Berdasarkan data DKPP, pada 13 Juli 2026 penyaluran pupuk dipantau di Poktan Sido Makmur III, Desa Wedoro, dengan alokasi 2,8 ton serta Gapoktan Margo Rukun, Desa Bareng, sebanyak 29,4 ton.

Sementara itu, pada 14 Juli 2026 monitoring dilanjutkan di Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru. Pupuk disalurkan kepada Poktan Mekar Tani 2 sebanyak 7 ton, Poktan Bangkit Tani Satu sebanyak 5,6 ton, dan Poktan Bangkit Tani Dua sebanyak 8,05 ton.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya DKPP Bojonegoro dalam menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian agar budidaya tembakau dapat berjalan optimal. Melalui pengawasan langsung, pemerintah berharap proses distribusi pupuk berlangsung tertib, transparan, serta sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok tani.

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, mengatakan monitoring dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada petani sekaligus memastikan pupuk non-subsidi diterima sesuai alokasi.

"Kami ingin memastikan pupuk non-subsidi benar-benar sampai kepada kelompok tani sesuai alokasi dan waktu yang dibutuhkan. Ketersediaan pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan tanaman tembakau sehingga produktivitas dan mutu hasil panen dapat terus meningkat," ujarnya.

Ia menambahkan, DKPP akan terus melakukan pemantauan secara berkala selama musim tanam berlangsung. Selain itu, petani juga akan mendapatkan pendampingan teknis agar penggunaan pupuk dilakukan sesuai prinsip tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman secara optimal menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan tembakau berkualitas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.

DKPP berharap sinergi antara pemerintah, penyedia pupuk, dan kelompok tani dapat terus terjaga sehingga musim tanam tembakau tahun 2026 mampu memberikan hasil panen yang maksimal dan mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Bojonegoro.

Penulis : Supriyanto 
Lebih baru Lebih lama