BOJONEGORO — Polemik sejumlah paket rehabilitasi jalan bernilai ratusan juta rupiah yang tercatat berstatus “Pengadaan Langsung Batal” di LPSE Kabupaten Bojonegoro memasuki babak baru.
Setelah sebelumnya dikonfirmasi mengenai pembatalan paket-paket tersebut, perhatian kini mengarah pada langkah evaluasi terhadap kinerja Kabid Jalan PU BM Kabupaten Bojonegoro.
Dalam pesan yang disampaikan kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, disampaikan permohonan agar kinerja Kepala Bidang Jalan PU Bina Marga, dapat evaluasi menyusul adanya sejumlah paket pekerjaan yang batal karena disebut terdapat kesalahan dalam dokumen perencanaan.
Pesan tersebut mendapat respons dari Bupati Wahono dengan balasan singkat berupa emoji 🙏.
Meski singkat, respons tersebut menunjukkan bahwa pesan mengenai persoalan pembatalan paket pekerjaan jalan telah diterima oleh orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro.
Sebelumnya, sejumlah paket rehabilitasi jalan dengan nilai ratusan juta rupiah tercatat dalam sistem pengadaan dengan status “Pengadaan Langsung Batal”. Saat dikonfirmasi, Iwan Maulana menyebut pembatalan tersebut disebabkan adanya kesalahan pada dokumen perencanaan.
Jawaban itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses pemeriksaan dan pengawasan dokumen sebelum paket pekerjaan dimasukkan ke dalam proses pengadaan.
Kini, publik menunggu apakah respons Bupati Wahono tersebut akan ditindaklanjuti dengan evaluasi terhadap proses perencanaan dan kinerja bidang terkait.
Sebab, jika dokumen paket ratusan juta rupiah saja bisa salah hingga harus dibatalkan, publik tentu bertanya: siapa yang bekerja dan siapa yang mengawasi?
Penulis : Supriyanto ( Red )