Breaking News
SastraBuana.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Bupati Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana untuk Poktan dan Gapoktan, Perkuat Ketahanan Pangan

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyalurkan bantuan sarana prasarana dan perlindungan tanaman yang bersumber dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2026 kepada kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi irigasi perpompaan, premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pupuk NPK non-subsidi untuk komoditas tembakau, serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Program ini bertujuan mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian daerah karena mayoritas masyarakat Bojonegoro menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.

"Jika petani sejahtera, maka desa akan maju, dan jika desa maju, Kabupaten Bojonegoro akan semakin kuat," ujar Setyo Wahono.

Menurut Bupati, bantuan yang diberikan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu petani menghadapi berbagai tantangan, seperti ancaman gagal panen akibat banjir maupun kekeringan, keterbatasan pasokan air saat musim kemarau, tingginya biaya produksi, hingga proses budidaya yang masih dilakukan secara manual di sejumlah wilayah.

Khusus bantuan irigasi perpompaan, Setyo Wahono menjelaskan bahwa program tersebut merupakan investasi pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan, memperluas indeks pertanaman, menjaga produktivitas lahan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Bupati juga mengingatkan seluruh penerima bantuan agar memanfaatkan sarana yang diberikan secara bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara administratif, hukum, maupun moral.

Selain itu, kelompok tani diimbau menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, merawat fasilitas secara gotong royong, menerapkan tata kelola yang transparan, meningkatkan kapasitas bersama penyuluh pertanian, serta menjaga kekompakan kelompok agar mampu berkembang dan lebih mudah mengakses berbagai program pemerintah.

Bupati berharap program ini mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, termasuk mendorong generasi muda agar tidak ragu menekuni profesi sebagai petani.

"Saya berharap dengan adanya bantuan ini semangat bertani semakin tumbuh. Anak muda tidak lagi malu menjadi petani, karena bertani hari ini bisa menjadi lebih mudah, lebih aman, dan lebih menguntungkan," katanya.

Pada akhir kegiatan, Bupati secara simbolis menyerahkan Bantuan Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman Tahun Anggaran 2026 kepada perwakilan Poktan dan Gapoktan penerima. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga serta memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal demi mewujudkan pertanian Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Bojonegoro, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), para penyuluh lapangan, serta ketua Poktan dan Gapoktan penerima bantuan.


Penulis : Supriyanto 

Lebih baru Lebih lama