Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada desa-desa yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan permohonan pemerintah desa serta hasil asesmen lapangan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menjelaskan bahwa selama Juni 2026 BPBD telah mendistribusikan 10 tangki air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Desa penerima bantuan meliputi Desa Deru, Desa Wotan, dan Desa Sumberharjo di Kecamatan Sumberejo, Desa Sumberejokidul Kecamatan Sukosewu, Desa Sugihwaras dan Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho, Desa Nglampin Kecamatan Ngambon, serta Desa Papringan Kecamatan Temayang.
Memasuki awal Juli 2026, distribusi kembali dilakukan ke Desa Sumberejokidul, Kecamatan Sukosewu, dan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, setelah adanya permohonan bantuan dari pemerintah desa.
Menurut Heru, setiap pengajuan bantuan terlebih dahulu diverifikasi oleh tim BPBD dengan mengecek kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, serta ketersediaan pasokan air di lokasi. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan berlangsung tepat sasaran dan sesuai tingkat kebutuhan masyarakat.
Selain penanganan darurat, BPBD Bojonegoro juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sepanjang 2026. Berdasarkan data BPBD, terdapat 20 kecamatan dengan 72 desa yang masuk kategori rawan kekeringan.
Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan, menyiapkan cadangan air bersih, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau. Pemkab Bojonegoro juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan sehingga respons penanganan dapat dilakukan secara cepat.
BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bojonegoro di 0811-3356-444.
Penulis : Supriyanto