Breaking News
SastraBuana.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Nasi Gulung Khas Wonocolo Jadi Suguhan Spesial Sambut Ketua TP PKK Bojonegoro

BOJONEGORO – Kuliner tradisional Nasi Gulung khas Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, menjadi sajian istimewa saat Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan ke wilayah tersebut, Rabu (24/6/2026).

Kuliner yang telah lama dikenal masyarakat Wonocolo itu menarik perhatian rombongan sejak pertama kali tiba di lokasi. Nasi Gulung yang disajikan bersama aneka makanan dan minuman tradisional tampak tertata rapi di stan produk UMKM setempat.

Saat meninjau stan, Cantika Wahono mengapresiasi sajian kuliner khas tersebut. Ia juga mengajak para pengurus TP PKK untuk mendukung produk-produk lokal yang dikembangkan masyarakat.

“Nasi gulungnya dan dawetnya sangat menarik, ayo kita larisi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cantika juga mendorong para pelaku UMKM dan kader PKK di Kecamatan Kedewan untuk segera mendaftarkan merek produk mereka. Menurutnya, legalitas merek menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

“Produk-produk UMKM dari Kedewan ini harus segera didaftarkan mereknya agar memiliki identitas resmi, lebih dikenal, dan mampu bersaing saat dipasarkan ke luar daerah,” katanya.

Berawal dari Bekal Penambang Minyak Tradisional
Di balik cita rasanya, Nasi Gulung menyimpan sejarah yang erat dengan kehidupan masyarakat Wonocolo yang dikenal sebagai kawasan penambangan minyak tradisional.

Euis, kader PKK Desa Wonocolo yang menjaga stan kuliner, menjelaskan bahwa Nasi Gulung pada awalnya dibuat sebagai bekal para penambang minyak yang bekerja di kawasan perbukitan Wonocolo.
“Nasi Gulung dulunya menjadi bekal praktis bagi para pekerja tambang karena mengenyangkan dan mudah dibawa,” ujar Euis.

Keunikan makanan ini terletak pada proses pembuatannya. Nasi dimasak secara tradisional dalam waktu sekitar tiga jam sehingga memiliki daya tahan hingga dua hari tanpa menggunakan bahan pengawet.

Menurut Euis, proses memasak yang cukup lama membuat nasi tidak mudah basi meskipun dibawa bekerja di area tambang yang jauh dari permukiman.
Untuk menambah cita rasa, Nasi Gulung biasanya disajikan dengan berbagai lauk khas, seperti rica-rica ayam dan sambal teri yang menjadi favorit masyarakat setempat.

Potensi Kuliner Lokal
Selain Nasi Gulung, masyarakat Desa Wonocolo juga menampilkan berbagai produk kuliner lainnya, seperti dawet ireng, es teler, tempe, serta keripik tempe hasil olahan kelompok usaha dan kader PKK desa.

Keberadaan kuliner khas tersebut dinilai menjadi bagian dari potensi ekonomi lokal yang dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus sumber peningkatan pendapatan masyarakat.
Melalui kunjungan TP PKK Kabupaten Bojonegoro, diharapkan produk-produk unggulan Desa Wonocolo semakin dikenal luas dan mampu berkembang menjadi produk UMKM yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi tanpa meninggalkan kekhasan budaya dan sejarah yang melekat di dalamnya.

Penulis : Supriyanto 
Lebih baru Lebih lama