BOJONEGORO – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, melakukan Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan program kerja PKK sekaligus memperkuat berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Dalam kunjungan tersebut, Cantika Wahono bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Bojonegoro meninjau sejumlah fasilitas publik dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Rombongan mengunjungi PAUD setempat, memantau pelayanan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), melihat perkembangan program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), serta melakukan pendampingan terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Pada kesempatan itu, Cantika menyampaikan bahwa terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam kunjungan kerja kali ini, yakni pengembangan program Gayatri, percepatan penanganan stunting, dan pembentukan kawasan permukiman bebas asap rokok.
“Pengembangan program Gayatri, mitigasi stunting secara komprehensif, serta pembentukan kawasan permukiman yang terbebas dari asap rokok menjadi fokus utama yang kami dorong bersama,” ujarnya.
Menurutnya, program Gayatri menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan budidaya ayam petelur, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri sekaligus menambah nilai ekonomi rumah tangga.
Cantika mengapresiasi warga Desa Wonocolo yang telah memanfaatkan program tersebut dan merasakan manfaatnya. Ia mendorong setiap keluarga untuk memelihara antara lima hingga sepuluh ekor ayam petelur sebagai sumber pangan bergizi.
“Hasil produksi telur harian diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan rumah tangga,” katanya.
Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap upaya penurunan angka stunting. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Desa Wonocolo saat ini masih memiliki satu anak yang masuk dalam pendampingan penanganan stunting.
Cantika mengajak seluruh kader PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan maupun penanganan stunting melalui pemantauan kesehatan secara berkala bagi kelompok rentan, termasuk remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
“Satu kasus yang ada harus ditangani bersama secara optimal, sekaligus memastikan tidak muncul kasus baru melalui langkah pencegahan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sisi lain, TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga terus mengampanyekan terciptanya kawasan bebas asap rokok sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Cantika menilai paparan asap rokok berpotensi memberikan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lanjut usia, dan anak-anak. Karena itu, ia meminta kader PKK menjadi pelopor dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan bebas asap rokok.
Melalui kunjungan kerja tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap berbagai program pemberdayaan keluarga dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kecamatan Kedewan.
Penulis : Supriyanto