BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai upaya meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro saat menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem batik dan ekonomi kreatif di wilayahnya.
Bupati menegaskan bahwa pengembangan batik tidak hanya berfokus pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, ekosistem batik di Jawa Timur, khususnya Bojonegoro, perlu terus bergerak secara dinamis agar mampu menjawab tantangan dan peluang di era digital.
"Harapannya ingin memastikan ekosistem batik di Jawa Timur khususnya Bojonegoro akan terus bergerak dinamis, adaptif sesuai perkembangan zaman. Serta menjadi wadah kolaborasi dan jejaring pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah serta memajukan pariwisata berbasis budaya," ujarnya.
Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penilaian terkait status dan pengembangan kawasan yang berkaitan dengan program UNESCO Global Geopark (UGGp). Proses asesmen dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 19 Juni 2026.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga akan meluncurkan marketplace ekonomi kreatif bernama "Dodolan Ekraf". Platform digital tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kreatif lokal.
Menurut Bupati, kehadiran marketplace tersebut merupakan langkah konkret dalam mendorong transformasi digital sektor ekonomi kreatif. Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dengan sistem pemasaran yang modern, efektif, dan kompetitif.
"Dodolan Ekraf menjadi sarana untuk menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dengan pasar yang lebih luas. Ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi dari pasar konvensional menuju pasar digital," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap berbagai program yang dijalankan dapat memperkuat posisi daerah sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya pelestarian budaya lokal, penguatan identitas daerah, serta peningkatan daya saing produk kreatif Bojonegoro di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Supriyanto