BOJONEGORO – Proyek pembangunan drainase di ruas Jalan Beji–Singget menjadi perhatian masyarakat. Hingga saat ini, publik masih menunggu kejelasan mengenai progres pekerjaan serta kepastian kapan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan hingga selesai.
Sejumlah pertanyaan muncul di tengah masyarakat terkait kondisi proyek di lapangan. Publik mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut masih berjalan sesuai kontrak, masa kontraknya telah berakhir, mengalami perpanjangan waktu, atau terdapat perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya informasi terbuka mengenai jadwal kelanjutan pekerjaan, sehingga dapat mengetahui kapan proyek drainase tersebut ditargetkan rampung dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Yang kami harapkan adalah kejelasan. Kalau memang masih dalam proses, masyarakat perlu mengetahui progres dan kapan dilanjutkan. Kalau ada perubahan pekerjaan atau perpanjangan waktu, sebaiknya juga disampaikan secara terbuka,” demikian aspirasi masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak terkait.
Proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah pada prinsipnya menjadi bagian dari pelayanan publik. Karena itu, informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan, termasuk progres, target penyelesaian, serta kendala yang dihadapi, penting diketahui masyarakat sepanjang sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat kesimpulan bahwa proyek tersebut mengalami penyimpangan. Pertanyaan mengenai status kontrak, progres fisik, kemungkinan adendum atau perpanjangan waktu, serta perubahan pekerjaan masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.
Media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi kontraktor pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
Publik berharap persoalan ini segera mendapat kejelasan, terutama terkait status kontrak, progres pekerjaan, alasan apabila terjadi penghentian sementara, serta kepastian waktu dimulainya kembali pekerjaan hingga proyek benar-benar selesai.
Dengan adanya penjelasan resmi dan transparan, masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh sekaligus menghindari munculnya berbagai asumsi mengenai pelaksanaan proyek drainase Jalan Beji–Singget.
Penulis : Supriyanto